Tidur adalah Teguran Kematian

TIDUR ADALAH TEGURAN KEMATIAN

Oleh: Ana Riana, S.H., M.H.

(Advokat, Dosen Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta dan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Syariah, Fakultas Syariah dan Hukum. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

Ada salah satu doa yang selalu kita ucapkan setiap hari. Doa tersebut sering sekali diajarkan dulu pada waktu kita masih anak-anak. Pada saat kita belajar TPA/TPQ di Masjid/Mushola dan juga biasa di ajarkan pada saat dulu masih di pesantren. Doa itu juga sampai dengan saat ini masih di ajarkan di anak-anak TPA/TPQ dan di lingkungan pesantren. Doa tersebut adalah doa sebelum tidur dan setelah tidur/bangun tidur.

Do’a sebelum tidur yang sering dilafalkan:

اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَأَمُوتُ

"Ya Allah! Dalam namaMu aku hidup dan mati."

Do’a setelah tidur/bangun tidur yang sering dibaca:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

"Segala puji bagi Allah yang telah mengembalikan kehidupan, mematikan kami, dan hanya kepadaNyalah kami kembali."

Kalaukita memperhatikan secara seksama makna dari doa-doa tersebut, tidak ada yang menjelaskan tentang tidur dan bangun tidur. Justru doa-doa tersebut menjelaskan tentang kematian, kenapa bisa demikian?

Kita bertanya-tanya tentang kenapa doa yang di panjatkan/diucapkan pada saat sebelum tidur dan bangun tidur tidak ada sama sekali yang menyebutkan tentang tidur, justru makna dari doa-doa tersebut berhubungan dengan kematian. Ada juga doa lain yang pernah di lakukan Rasulullah tentang doa setelah tidur/bangun tidur, yaitu:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي رَدَّ عَلَيَّ رُوحِي، وَعَافَانِي فِي جَسَدِي، وَأَذِنَ لِي بِذِكْرِهِ

"Segala puji bagi Allah yang mengembalikan ruhku dan menyehatkan tubuhku serta mengizinkan ku mengingatnya."

Doa tersebut juga salah satu doa yang diucapkan setelah selesai tidur/bangun tidur, tetapi secara pengertian maknanya juga tidak ada sama sekali menjelaskan tentang sebelum tidur maupun setelah tidur/bangun tidur, lagi-lagi doa tersebut menjelaskan ruh yang berhubungan dengan kematian.

Dengan adanya doa-doa tersebut, semakin kita berkeinginan untuk mencari dan menggali tentang dasar didalam Alquran mengenai doa-doa tersebut. Kemudian setelah kita baca-baca dan cari-cari di dalam Alquran ternyata ketemu korelasi antara ayat Alquran dengan doa sebelum tidur dan bangun tidur. Hal tersebut terdapat di dalam surat Az Zumar ayat 42, yaitu:

اَللّٰهُ يَتَوَفَّى الْاَنْفُسَ حِيْنَ مَوْتِهَا وَالَّتِيْ لَمْ تَمُتْ فِيْ مَنَامِهَا ۚ فَيُمْسِكُ الَّتِيْ قَضٰى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْاُخْرٰىٓ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّىۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

“Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan.”

Allah SWT memegang nyawa manusia dalam 2 (dua) macam, yaitu pada saat manusia tidur dan pada saat manusia sudah meninggal dunia. Pada saat Allah SWT memegang nyawa manusia dan nyawa tersebut di tahan oleh Allah, maka manusia tersebut akan meninggal dunia. Sebaliknya, jika Allah memegang nyawa manusia kemudian mengembalikannya, maka Allah SWT masih memberikan kesempatan kepada manusia tersebut untuk memperbaiki diri dengan cara beribadah kepada Allah SWT.

Dikisahkan bahwa ada salah satu Sahabat Rasulullah SAW yang bernama Utsman bin Affan radhiyallahu anhu, beliau tidak pernah menangis saat disebutkan surga dan neraka, namun beliau menangis ketika dikatakan berkaitan dengan kubur. Pada saat Utsman bin Affan radhiyallahu anhu berdiri di sisi kuburan, beliau menangis sampai basah janggutnya, lalu dikatakan kepadanya, ‘Engkau mengingat surga dan neraka tidak menangis, namun untuk ini anda menangis?’ Ia menjawab, ‘Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ الْقَبْرَ أَوَّلُ مَنَازِلِ الْآخِرَةِ فَإِنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ قَالَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا رَأَيْتُ مَنْظَرًا قَطُّ إِلَّا وَالْقَبْرُ أَفْظَعُ مِنْهُ.

‘Sesungguhnya kuburan adalah awal persinggahan akhirat, jika selamat darinya maka yang setelahnya akan lebih mudah darinya, dan jika tidak selamat maka yang setelahnya lebih berat darinya.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, ‘Tidak pernah aku melihat pemandangan yang amat mengerikan kecuali (siksa) kubur lebih mengerikan darinya.’”
(HR Ibnu Majah, no 4267).

Dari penjelasan tersebut di atas dapat kita ambil hikmah, yaitu senantiasa kita selalu Muhasabatun Nafsi (introspeksi diri) sebelum kita beristrirahat tidur. Hendaklah selalu mengingat-ingat apa yang sudah kita lakukan dari bangun tidur sampai dengan sebelum tidur ini. Jangan-jangan dalam keseharian yang kita lakukan ada dosa yang kita perbuat, baik dosa yang kita sengaja, maupun dosa yang tidak kita sengaja. Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa menjaga kita dari segela keburukan-keburukan duniawi dan menuntun kita di jalan yang Allah SWT ridhai. Aamiin.

Kolom Terkait

Kolom Terpopuler