Mendialogkan Pendidikan, Riset, dan Pengabdian

Foto bersama dengan Prof Wening usai pemaparan materi
MENDIALOGKAN PENDIDIKAN, RISET, DAN PENGABDIAN
Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat adalah tiga pilar utama di Perguruan Tinggi. Ketiga pilar yang dikenal dengan istilah tri dharma Perguruan Tinggi ini harus diintegrasikan satu sama lain. Hasil penelitian harus diintegrasikan dalam pendidikan dan diimplementasikan dalam pengabdian sehingga memiliki kemanfaatan bagi kemanusiaan. Oleh karena itu perlu memposisikan ketiganya secara ideal yaitu: kemandirian dalam pengelolaan sekaligus mendialogkan secara resiprokal ketiga pilar tersebut.
Demikian pemaparan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum, DEA,Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada kegiatan Penyusunan Dokumen Integrasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Sunan Kalijaga dan berlangsung selama 3 hari, mulai hari Senin 21 Nopember 2022 hingga hari Rabu 23 Nopember 2022, bertempat di Griya Persada Convention Hotel & Resort Kaliurang Yogyakarta. Peserta kegiatan ini adalah Para Wakil Dekan Bidang Akademik dan Para Ketua Program Studi di lingkungan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Narasumber lain yang dihadirkan pada kegiatan ini adalahDr. Hatma Suryatmojo, S.Hut., M.Si., Ketua Pusat Inovasi dan Kajian Akademik (PIKA) UGM.
Menurut Prof. Wening,penelitian dosen harus menguatkan pendidikan dan memiliki kebermanfaatan bagi kemanusiaan.Integrasi riset dalam pendidikan berupa:
- Menjadi data dalam proses pembeajaran (dimasukkan dalam daftar pustaka silabus atau RPS). Inti penelitian dosen dijelaskan dalam introduction silabus.
- Menjadi dasar pengembangan keilmuan. Oleh karena itu dosen juga perlu melakukan riset yang non linier dengan keahliannya, agar dosen mendapatkan perspektif baru untuk pengembangan keilmuan.
- Menjadi dasar penguatan teori dalam perkuliahan, dalam bentuk menawarkan konsep-konsep baru dalam keilmuan.
- Menjadi rujukan penanganan kasus
Oleh karena itu, riset dosen harus sesuai dengan keahlian dosen dan memiliki implikasi pada kelas yang diajar. Dosen harus selalumendialogkan antara hasil riset dengan pembelajaran matakuliah yang diampunya. Dosen juga dituntut untuk melakukan hilirisasi hasil risetnya melalui kerjasama dengan pemerintah, lembaga sosial masyarakat atau dengan masyarakat umum melalui pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.
Integrasi pendidikan dengan penelitian juga dapat dilaksanakan secara timbal balik, berupa pembelajaran berbasis riset dan mengembangkan matakuliah berbasis riset. Pembelajaran berbasis riset dilaksanakan dengan menggunakan metode project based-learning, dimana mahasiswa secara mandiri atau berkelompok menghasilkan sebuah paper. Setengah semester pertama mahasiswa diberikan penjelasan teori, dan setengah semester berikutnya mahasiswa melaksanakan mini riset. Di sisi lain, hasil riset dosen dapat dikembangkan menjadi matakuliah baru. Pembentukan matakuliah hasil riset ini merupakan hasil dialog yang melibatkan beberapa keahlian sehingga berimplikasi pada pengembangan keilmuan.