Orientasi Akademik Mahasiswa Baru Genap 2022-2023

ORIENTASI AKADEMIK MAHASISWA BARU PRODI DOKTOR ILMU SYARI’AH

Sebelum memasuki masa perkuliahan semester genap Tahun Akademik 2022-2023, Program Studi Doktor Ilmu Syari’ah melakukan serangkain kegiatan pra-perkuliahan. Kegiatan tersebut diantaranya Rapat Evaluasi dan Persiapan Perkuliahan serta Orientasi Akademik bagi Mahasiswa Baru. Rapat Evaluasi dan Persiapan Perkuliahan telah dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2023, sedangkan kegiatan Orientasi akademik bagi Mahasiswa Baru dilaksanakan pada hari Rabu, 8 Februari 2023, di Ruang 209 Fakultas Syari’ah dan Hukum, mulai jam 08.00 sampai selesai. Pelaksanaan orientasi ini dilakukan secara hybrid, yakni perpaduan antara online dan offline. Hal ini mempertimbangkan sebagian peserta bertempat tinggal di luar kota Yogyakarta.

Orientasi akademik merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru Program Doktor. Karena Program Doktor membuka pendaftaran mahasiswa baru setiap semester, maka di setiap semester diadakan kegiatan orientasi akademik. Tujuan kegiatan ini adalah untuk: pertama, memberikan penjelasan tentang pedoman akademik yang berlaku pada Program Studi Doktor Ilmu Syari’ah Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta; dan kedua, menjelaskan strategi dalam memenej perkuliahan bagi mahasiswa baru Program Studi Doktor IlmuSyari’ah agar mencapai kompetensi yang sudahditetapkan.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan orientasi ini terdiri dari dua jenis, yaitu materi tentang pedoman akademik dan materi tentang pedoman penulisan disertasi. Materi yang pertama disampaikan oleh Ketua Prodi, Dr. Ali Sodiqin, M.Ag.Dalam pemaparannya, Kaprodi menjelaskan tentang informasi akademik dan berbagai ketentuan akademik yang berlaku di Prodi Doktor Ilmu Syari’ah. Informasi akademik yang disampaikan antara lain tentang: Profil Program Studi, keunggulan prodi, profil lulusan, kurikulum serta desain perkuliahan yang berlaku di Prodi Doktor Ilmu Syari’ah. Di samping itu, Kaprodi Doktor Ilmu Syari’ah juga menjelaskan tentang berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Prodi S3 Ilmu Syari’ah, terutama yang berkaitan dengan pengembangan akademik dan peningkatan mutu lulusan. Kaprodi meminta mahasiswa agar aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh prodi. Di akhir pemaparannya, Kaprodi menjelaskan tentang ketentuan kelulusan bagi mahasiswa Prodi Doktor Ilmu Syari’ah. Syarat kelulusan tersebut adalah: pertama, Telah menempuh minimal 42 sks, IPK minimal 3,00, dan Lulus ujian terbuka disertasi dengan nilai minimal B; kedua, memiliki karya ilmiah pada jurnal internasional atau jurnal nasional terindeks yang terbit sebelum ujian promosi doktor; ketiga, memiliki skor TOEFL 525 atau IELTS dengan skor 6, dan atau skor TOAFL 500.

Di sesi kedua, yang menjadi narasumber adalah Dr. H. Abdul Mujib, M.Ag, yang juga Sekretaris Prodi Doktor Ilmu Syari’ah. Materi yang disampaikan adalah pedoman penulisan dan pembimbingan disertasi. Sekprodi menegaskan tentang pentingnya mahasiswa membedakan antara skripsi, tesis dan disertasi. Hal ini penting karena berkaitan dengan kualitas dan kelayakan ilmiah dari penelitian tugas akhir mahasiswa program doctoral. Sehingga mahasiswa harus mengetahui karakteristik penelitian disertasi. Sekprodi juga memberikan kiat-kiat penting atau strategi dalam penulisan disertasi; yaitu manajemen waktu dan komunikasi yang intens dengan pembimbing dan kolega. Mahasiswa harus memiliki motivasi yang kuat, menyiapkan tema penelitian disertasi, rajin membaca artikel hasil penelitian di jurnal jurnal terbaru, membangun networking dan memilih promotor yang tepat, yakni yang memiliki keahlian sesuai bidang yang diteliti.

Berita Terkait

Berita Terpopuler