Bedah Disertasi Mahasiswa Prodi S3 Ilmu Syari'ah

BEDAH DISERTASI MAHASISWA PRODI DOKTOR ILMU SYARI’AH

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Program Studi Doktor (S3) Ilmu Syari’ah Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam rangka pencapaian sasaran mutu mahasiswa lulus tepat waktu adalah dengan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Monev tersebut meliputi:

  1. Monev perkuliahan tahun pertama
  2. Monev Perkuliahan Semester Ketiga
  3. Monev Pembimbingan Disertasi
  4. Monev Ujian Disertasi.

Hari ini, Jumat tanggal 1 Desember 2023 Prodi S3 Ilmu Syari’ah melaksanakan kegiatan Bedah Disertasi yang merupakan bagian dari monev pembimbingan dan penulisan disertasi. Kegiatan ini menghadirkan mahasiswa yang disertasinya siap didaftarkan pada ujian pendahuluan. Target dari kegiatan ini adalah memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk mempresentasikan hasil penelitian disertasinya untuk mendapatkan masukan dari para peserta. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Teknoklas lantai 1 Fakultas Syari’ah dan Hukum, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Peserta kegiatan ini adalah para mahasiswa S3 Ilmu Syari’ah dari semua angkatan, mahasiswa S2 Ilmu Syari’ah, para promotor dan dosen S3 Ilmu Syari’ah.

Peserta yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini adalah: Dr. (cand) Agus Suprianto, Dr. (cand) Thalis Noor Cahyadi, dan Dr. (cand) Muhammad Luthfi Hamid. Bertindak sebagai moderator adalah Kaprodi S3 Ilmu Syari’ah, Prof. Dr. Ali Sodiqin M.Ag. Agus Suprianto menjadi narasumber pertama yang mempresentasikan disertasinya yang meneliti tentang Mediasi Ekonomi Syari’ah di Lingkungan PTA Yogyakarta. Agus meneliti perkara-perkara sengketa ekonomi syari’ah mulai dari tahun 2017 hingga 2020, dengan jumlah sampel 16 perkara. Dalam temuan Agus, prosentase keberhasilan mediasi ekonomi di lingkungan PTA Yogyakarta sekitar 23-54% (rendah/sedang). Realiras inilah yang menjadi problem akademik dalam disertasinya. Pertanyaan penelitiannya adalah mengapa prosentase keberhasilan mediasi ekonomi rendah? bagaimana penerapan aturan, bagaimana peran para pihak, bagaimana iktikad baik para pihak.

Presenter kedua adalah Thalis Noor Cahyadi, yang meneliti tentang Disparitas: Peneapan Ta’zir dan Ta’widh Akibat Wanprestasi dalam Perkara Ekonomi Syari’ah. Fokus kajiannya adalah Bagaimana penerapan hukum ta’widh dan ta’zir dalam penyelesaian dalam perkara ekonomi syari’ah, apa saja yang menjadi pertimbangan hakim, dan mengapa terjadi disparitas dalam putusan hakim. Temuan Thalis antara lain: terjadi disparitas putusan, baik yang bersifat horizontal maupun vertical. Jenis akad yang diperkarakan: ijarah, mudharabah, murabahah, dan rahn. Faktor yang menyebabkan terjadinya dispartitas antara lain: pemahaman aspek hukum formil, pemahaman aspek hukum materiil, dan kepentingan para pihak.

Presenter terakhir adalah Muh Luthfi Hamid yang menulis disertasi tentang Politik Hukum dalam Regulasi UU JPH di Indonesia. Masalah penelitiannya adalah fenomena pengaturan Jaminan produk halal di Indonesia yang begitu dinamis sehingga perlu diteliti penyebabnya. Di sisi lain, Hamid juga ingin menguji teori Pak Mahfuz tentang hubungan antara politik hukum dengan produk hukum yang dihasilkan. Menurutnya, munculnya regulasi jaminan produk halal di Indonesia menyebabkan perunya mendefinisikan kembali konsep hukum responsive yang sudah mapan dalam kajian hukum saat ini.

Setelah presentasi dari para narasumber, acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dengan para peserta.

Berita Terkait

Berita Terpopuler