Community Service bersama Diaspora Indonesia di Tiongkok

COMMUNITY SERVICE BERSAMA DIASPORA INDONESIA DI TIONGKOK

Istilah diaspora ini banyak dijumpai dalam komunitas masyarakat yang tinggal di luar negeri.Secara sederhana, diaspora adalah orang yang melakukan migrasi ke negara lain dengan tujuan tertentu. Biasanya istilah diaspora ini digunakan untuk merujuk kepada bangsa atau penduduketnismanapun yang terpaksa atau terdorong untuk meninggalkantanah airetnis tradisional mereka. Dengan kata lain, diaspora adalah sekumpulan orang, baik individu maupun komunitas yang merantau dan tinggal di luar tanah kelahirannya. Faktor yang mendorong seseorang untuk merantau ke luar daerah asalnya tentu beragam, tergantung latar belakang dan tujuan masing-masing individu.

Masyarakat Indonesia banyak yang menjadi diaspora di luar negeri, termasuk di Negara Tiongkok. Salah satu masyarakat diaspora Indonesia di Tiongkok adalah para mahasiswa. Mereka tinggal di Tiongkok dengan tujuan untuk belajar dan menjadi mahasiswa di berbagai universitas yang ada di Tiongkok. Untuk menjalin komunikasi diantara sesama mahasiswa diaspora, mereka membentuk organisasi yaitu Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) atau dalam bahasa Inggrisnya disebutIndonesian Students Association in People’s Republic of China.

Pada tanggal 7-9 Desember 2023, Tim dari Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melakukan kunjungan ke PPIT Cabang Nanjing. Tim tersebut terdiri dari Prof. Dr. Drs. H. Makhrus, S.H., M.Hum (Dekan), Prof. Dr. H. Riyanta, M.Hum (Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum), Prof. Dr. Ali Sodiqin, M.Ag (Kaprodi S3 Ilmu Syari’ah), dan Hj. Fatma Amilia, S.Ag., M.Si (Dosen Prodi Hukum Keluarga Islam dan Ketua Pusat Pengembangan Bisnis UIN Sunan Kalijaga). Kedatangan Tim Fakultas Syari’ah dan Hukum adalah memenuhi undangan dari Ketua PPIT Cabang Nanjing, untuk menghadiri Academic Discussion bersama Pengurus dan anggota PPIT.

Kegiatan diskusi akademik dilaksanakan di Yangzhou University yang beralamat di Hanjiang District,Jiangsu Province, China. Satu hari sebelumnya, Tim juga mengunjungi Nanjing University of Information Science and Technology (NUIST) yang beralamat di Pukou District, Nanjing, China. Kunjungan tersebut dalam rangka menjajaki Kerjasama antara Fakultas Syari’ah dengan NUIST dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan diskusi akademik bersama PPIT Cabang Nanjing merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam diskusi tersebut, Kaprodi S3 Ilmu Syari’ah, Prof. Dr. Ali Sodiqin, M.Ag menyampaikan beberapa hal penting bagi mahasiswa diaspora Indonesia di Tiongkok. Pertama, Prof. Ali meminta mahasiswa untuk focus pada tujuan awal mereka merantau ke China, yaitu studi lanjut. Oleh karena itu, para mahasiswa harus mampu menyerap keilmuan sesuai bidang keahlian. NUIST maupun Yangzhou adalah universitas ternama di Tiongkok, sehingga tepat bagi mahasiswa Indonesia untuk memperdalam keilmuannya. Kedua, mahasiswa Indonesia harus mengadopsi praktik baik masyarakat Tiongkok untuk dapat ditransformasikan ke dalam masyarakat Indonesia. Praktik baik tersebut misalnya, kedisiplinan, kejujuran, kebersihan, dan kemandirian masyarakat Tiongkok. Praktik-praktik baik tersebut mampu menjadikan negara Tiongkok sebagai negara maju dengan penduduk terbanyak nomor 2 di dunia. Ketiga, mahasiswa Indonesia diharapkan saling menjaga silaturahim dengan sesama mahasiswa diaspora serta menjaga martabat bangsa Indonesia. Ciri khas bangsa Indonesia yang santun dan berbudi pekerti yang luhur harus dipertahankan dengan cara menghormati perbedaan yang ada di masyarakat Tiongkok.

Berita Terkait

Berita Terpopuler