Ramadhan Sarana Membangun Kebiasaan Baik
RAMADHAN; SARANA MEMBENTUK DIRI DAN MEMBANGUN KEBIASAAN BAIK
Dr. Maulidia Mulyani, SH., M.H
Datangnya bulan Ramadan menjadi sarana untuk membangun kebiasaan baik. Hal ini bisa dilihat bahwa pada saat bulan Ramadan tiba, umat muslim saling berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan. Mengenai “Habit”, James Clear dalam bukunyaAtomic Habitmengilustrasikan tentang seberapa kecil perbaikan yang dilakukan dalam rutinitas, akan dapat terwujud untuk kemajuan yang besar. “Habits are like the atoms of our lives. Each one is a fundamental unit that contributes to your overall improvement.”
Membangun kebiasaan yang lebih baik bukan tentang mencapai ukuran keberhasilan yang besar, namun jika kegiatan yang terlihat “biasa” dan “sederhana” tersebut dilakukan secara terus menerus dalam beberapa waktu, maka secara tidak sadar akan muncul dampaknya. Membangun kebiasaan adalah cara mewujudkan sebuah identitas diri, seperti ketika mengaji satu juz setiap hari selama satu bulan penuh, maka wujudnya adalah dalam kurun waktu satu bulan, seseorang bisa menyelesaikan bacaan Al-Qur’annya.
Ramadan menjadi sarana untuk membentuk dan membangun kebiasaan baik. Namun untuk dapat terbiasa melakukan hal-hal yang baik diperlukan tahapan-tahapan.
1. Implementation Intention: Strategi mengatur diri sendiri
Pertama untuk membentuk dan membangun kebiasaan baik adalah dengan cara mengatur rencana sekaligus strategi. Tindakan dilakukan dengan sederhana asalkan tepat pada strategi.Cara membuatnya bisa dimulai dari tindakan apa saja yang akan dilakukan, kemudian kapan waktunya, serta dimana melakukannya. Seperti jika pada bulan Ramadan ini ingin mengkhatamkan Al-Qur’an dan menyelesaikan satu bab disertasi, maka perlu diatur strateginya. Semisal “Saya akan menulis Disertasi 3 halaman setiap setelah salat Tarawih” atau “Saya akan Tadarus 1 juz setelah salat subuh.”Jika strategi dan kebiasaan tersebut dilakukan secara rutin, perlahan tanpa disadari di akhir bulan Ramadan, niat khatam Al-Qur’an akan selesai dan niat menulis disertasi sebanyak 90 halaman juga selesai.
2. Mengubah lingkungan
Mengubah lingkungan adalah cara terbaik untuk membentuk dan membangun sebuah kebiasaan. Lingkungan memiliki pengaruh besar dalam membentuk suatu kebiasaan. Jika ingin memiliki kebiasaan yang baik bisa dimulai dengan mengubah lingkungan. Bulan Ramadan menjadi sebuah bulan yang berbeda dari bulan lainnya. Beberapa orang lebih semangat untuk menjalankan ibadah, seperti berangkat solat tarawih di masjid, menghidupkan malam dengan lafaz Al-Qur’an dan ibadah lainnya. Kesimpulannya, Ramadan menjadi sarana untuk membentuk kebiasaan baik serta lebih mendekatkan diri pada Allah SWT.
3. Temptation Bundling
Ketika menjalani proses memiliki kebiasaan baik, ada elemen penting yaitu craving.Craving merupakan motivasi yang dimanfaatkan manusia dalam menjalani proses perubahan. Saat membuat strategi temptation bundling, terselip motivasi tertentu untuk merencanakan sebuah kebiasan-kebiasaan baru. Caranya adalah pilih satu kebiasaan yang mampu dikombinasikan dengan kegiatan yang lain sehingga nantinya bisa terbentuk sebuah kebiasaan baik. Misal pada saat bulan Ramadan ada tujuan ingin menuntaskan bacaan Al-Qur’an, agar tujuan tersebut tercapai maka membaca Al-Qur’an bisa dilakukan selama lima kali setelah selesai solat. Sehingga tujuan tadi yang terlihat berat, bisa menjadi tercapai.
4. Consistent: 2 Minute Rule
Kurangnya konsisten menjadi satu alasan mengapa sulit sekali untuk melakukan kebiasaan baik. Untuk bisa konsisten, perlu menerapkan kebiasaan dari hal-hal sederhana dulu seperti mencoba bersedekah sedikit tapi secara rutin, mengerjakan disertasi 2 halaman per hari secara rutin setiap hari. Memulai sesuatu sederhana dan konsisten, maka dalam menjalaninya akan lebih terasa nyaman.
5. Habit Tracker: Memulai kebiasaan baik dengan mencatat
Memulai kebiasaan baik dan membangun kebiasaan baik bisa dengan cara mencatat kegiatan apasaja yang bisa dilakukan. Mencatat ini bisa dilakukan di mana saja, asalkan tujuannya jelas. Misalnya ketika ingin memiliki kebiasaan membaca jurnal, maka buatlah jadwal dalam satu minggu harus bisa menyelesaikan beberapa bacaan jurnal. Begitu juga dengan kegiatan-kegiatan lain seperti membiasakan diri berolahraga, minum air mineral yang cukup dan lainnya. Dengan mencoba mencatat dan mengingat, maka secara tidak sadar kegiatan-kegiatan tersebut bisa menjadi sebuah kebiasaan.