K3 Idul Fitri (Lebaran): Keselamatan, Kesehatan, dan Kewaspadaan

K3 IDHUL FITRI (LEBARAN): KESELAMATAN, KESEHATAN DAN KEWASPADAAN

HM. Sukaelan, SH., M. Kes.

Mahasiswa Program Doktoral (S3) Ilmu Syari’ah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Alhamdulillah, sebentar lagi tiba saatnya bagi umat Islam merayakan Idhul Fitri 1444 H. Tentu hal ini sangat membahagiakan sekaligus menggembirakan. Apalagi saat bersilaturrahmi ke keluarga: Ayah, Ibu kakak, adik dan seluruh keluarga adalah masa yang dinanti-nantikan. Pada saat inilah kita dituntut untuk selalu waspada akan keselamatan, kesehatan dan kewaspadaan yang tinggi. Caranya adalah dengan melakukan analisa resiko yang mungkin terjadi yang dapat membahayakan harta, jiwa, bila tidak dilakukan manajerial dengan baik. Kalau kita tengokberita di media massa, media sosial (TV, Youtube, WA, SMS, dll) setiap hari bahkan setiap saat kita disuguhi oleh berita kebakaran yang diakibatkan karena konsleting listrik, gas bocor, berita pencurian, dan lain sebagainya. Untuk itu ada baiknya kita kenali apa yang harus dilakukan sebelum kita meninggalkan kantor / tempat kerja, asrama, kos-kosan, bakan rumah, untuk keperluan silaturahmi, mudik lebaran / liburan.

Dalam konteks hukum Islam, penjagaan terhadap hal tersebut masuk dalam kategorimaqashid syari’ahyang bertujuan untuk mencapai kemaslahatan dan mencegah kemudharatan. Dalam kegiatan masyarakat,maqashid al syariahmerupakan tujuan dariajaran yang mengatur umat manusia secara universal. Ajaran Islam menyangkut seluruh aspek kehidupan, baik ritual (ibadah) maupun sosial (muamalah). Ibadah diperlukan untuk menjaga ketaatan hubungan manusia dengan Sang Pencipta, sedangkan muamalah merupakan aturan main manusia dalam kehidupan sosial. Agama Islam yang diturunkan melalui Nabi Muhammad saw sudah mengatur seluruh aspek kehidupan manusia termasuk hubungan antar mausia secara sosial, budaya dan lain sebainya. Kegiatan ini adalah salah satu bentuk ibadah yang mengaitkan hubungan antar sesama manusia. Oleh karena itu kegiatannya tidak dapat terlepas dari aspek aqidah dan akhlak. Dalam Al-Qur’an Surat At Tahrim ayat 6 dengan jelas menyebutkan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Dalam konteks ini, kita berkewajiban menjaga diri kita, keluarga kita dari api neraka.Neraka yang paling dekat dengan urat nadi dalam hidup ini berupa kesengsaraan dan suasana kebatinan yang selalu hampa”.(https://islami.co/tafsir-surat-al-tahrim-ayat-6-jaga-dan-didik-keluargamu/).

Dalam konteks menghadapi lebaran, mari kita sebelum meninggalkan rumah, kantor / tempat kerja kita pastikan dulu aspek keselamatan dan kesehatannya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Sebagai seorang muslim kita berkewajiban mengejawantahkan syariat yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammada SAW yang ikuti dan di teruskan oleh para ulama, para cedekia, dan para ahli. Mereka telah menemukan berbagai cara penerapan syari’at yang akan menuntun kehidupan kita ke arah yang lebih baik. Berdasarkan teori yang di sampaikan oleh Imam As-Syatibi, seluruh ketetapan hukum terdiri dari lima bagian utama yang dikenal denganal-dharuriyat al-khamsah dalam rangka membentuk hukum sesuai dengan tujuannya. Kelima tujuan hukum tersebut adalah memastikan tercapainya perlindungan terhadap lima hal, yaitu: menjagaagama(hifzh al-din), menjaga jiwa (hifzh al-nafs), menjaga akal (hifzh al-‘aql), menjaga keturunan(hifzh al-nasl), sertamenjaga harta (hifzh al-mal).

Berkaitan dengan topik bahasan “ K3 Idhul Fitri”penulis ingin menyampaikan bagaimana cara menjaga supaya kita saat silaturrahmi,liburan, merayarakan Hari Raya Idhul Fitri ini tetap dalam keadakaan selamat dan sehat.Kantor / tempat kerja maupun rumah yang di tinggal mudik/berlibur/bersilaturrahim kepada sanak saudara juga dalam keadaan aman dan selamat.

  • Menjaga Agama (Hifz al-Din)

Ini merupakan aspekdharuriyyatyang terpenting dan berada pada urutan tertinggi, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Az-Zariyat: 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”.

Selama bulan Ramadhan kita telah dapat melaksanakan perintah Allah SWT dengan baik, berupa puasa sebulan penuh, melaksanakan salat fardhu tepat waktu di Masjid, salat Tarawih, tadarus Al Qur’an, membayar zakat, Infaq, sadaqah dan lain lain. Ini semua dapat terlaksana pada pada bulan suci Ramadhan. Sudah sewajaranya bila hal ini diteruskan pada sebelas bulan yang lain. Hal ini sebagai usaha menjaga tegaknya agama dengan baik.

  • Menjaga Jiwa (Hifz al-Nafs)

Jiwa juga dijadikan sebagai keperluan utama yang harus dijaga. Menjaga sesuatu yang dinilai menjadi wadah memelihara kejiwaan maka bersifat wajib. Seperti kebutuhan pangan untuk memelihara tubuh, tidak melakukan pembunuhan baik langsung maupun tidak langsung. Langsung artinya seperti adanya pembunuhan, tidak langsung seperti adanya kecelakaan, karena tidak dilakukan antisipasi/upaya-upaya supaya hal tersebut tidak terjadi.

  • Menjaga Akal (Hifz al-‘Aql)

Sarana untuk menjaga akal ialah ilmu. Kalimat wahyu pertama kali yang sampai kepada Rasulullah SAW dan menyentuh telinga beliau SAW ialah kalimat Iqra’ (Bacalah!), setelah itu kalimat:

عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

“Dia mengajarkan kepada manusia, apa yang tidak diketahuinya”. [Al-Alaq/96: 5]

Karena membaca merupakan jalan mendapatkan ilmu, meskipun bukan jalan satu-satunya, akan tetapi dia merupakan jalan terpenting. Saat bulan Ramadhan kita sudah secara rutin mengikuti kultum dari berbagai ustadz, dan hal ini tentunya menambah ilmu pengetauan kita khususnya dalam beragama. Mestinya, setelah bulan Ramadhan hal ini seharusnya dibiasakan kita mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, sehingga marwah untuk belajar dan belajar bisa rutin dilakukan.

  • Memelihara Keturunan (Hifz - al-Nasl)

Memelihara keturunan merupakan salah satu dari keperluan primer manusia. Keturunan adalah generasi yang disiapkan untuk kehidupan selanjutnya yang lebih baik, sehigga tingkat kehidupan semakin meningkat baik dalam Kesehatan maupun Keselamatan lebih-lebih dalam keberagamaanya.

  • Memelihara Harta (Hifz al-Mal)

Harta adalah hal yang dibutuhkan dalam keperluan hidup manusia. Dalam Islam diajarkan cara yang baik dan benar untuk pencarian dan pengelolaan harta. Kita harus menjaganya supaya berdaya guna dan berhasil guna sesuai kaidah agama dan tidak hilang dicuri orang.

Untuk itu penulis ingin menyampaikan bagaimana cara meninggalkan Kantor / Tempat kerja yag aman:

Tips: Meninggalkan Kantor / Tempat Kerja yang Aman:

  1. Bersihkan dan rapikan meja, kursi, laci, rak buku, almari dari barang barang yang tidak semestinya.
  2. Matikan/Off kan :
    • Saklar lampu penerangan
    • Saklar AC/Kipas angin
    • Rool listrik/steker/sambungan listrik yang hanya diperlukan saat anda kerja
  3. Matikan / off kan semua sambungan kabel pada komputer, karena hal ini apabila masih tersambung/On berpotensi menyebabkan terjadinya konsleting sehingga dapat mengakibatkan kebakaran.
  4. Jagan lupa meng-aktifkan sarana icon out of office pada email/komputer anda, sehingga kalau ada email yang meminta balasan cepat/fast action anda dapat diketahui bahwa anda sedang dalam kondisi off.
  5. Pastikan pintu, jendela dalam keadaan terkunci sebelum meninggalkan kantor. beritahu security bila terdapatpintu, jendelayang tidak dapat dikunci.
  6. Pastikan barang pribadi anda tidak ada yang tertinggal di kantor sehingga membuat anda kurang nyaman dalam bersilaturrahmi/liburan.
  7. Pastikan kran air, kamar mandi, wastafel, toilet, shower tertutup rapat sehingga tidak akan terjadi kebocoran.
  8. Bila peruback updata pada eksternal hard disk/flasdisk/ One Drive (Cloud). Hal ini untuk antisipasi bila terjadi kehilangan data yang sangat diperlukan akan konsistensi dan kelancaran pekerjaan anda.
  9. Pastikan APAR (Alat Pemadam Apri Ringan) / Hydrant / alat proteksi kebakaran lain (Smoke detector, Hit Detector, Spinkler dll) yang ada di tempat kerja anda telah di cek secara rutin sehingga fungsinya dapat dipastikan masih berfungsi dengan baik. Akses APAR/Hidrant tidak terhalang bila suatau saat hendak digunakan.

Tips: Aman Meninggalkan Rumah / Tempat Tinggal:

  1. Hindari hal-hal yang dapat menunjukkan bahwa rumah sedang dalam keadaan kosong, misalnya meminta loper koran agar tidak mengirim koran selama liburan, (pesan dengan jelas mulai tanggal ……. sampai tanggal …… tolong tidak dikirimi koran dulu).
  2. Lampu rumah, penerangan jalan tidak dalam keadaan menyala terus selama pergi. Kita bisa memasangfitingotomatis dengan sel surya yang akan hidup dan padam sendiri saat terpapar/tidak terpapar sinar matahari./ dengan stop kontak yang bisa dioperasionalkan jarak jauh dengan HP. Letakkan sandal atau sepatu di depan pintu sebagai penanda (kamofase) ada orang di dalam.
  3. Pastikan tidak meninggalkan barang-barang berharga, seperti uang perhiasan emas dan lain-lain. Lebih baik barang-barang berharga dititipkan pada bank atau penitipan yang terpercaya.
  4. Pastikan semua pintu, jendela, regol terkunci dengan baik sebelum meninggalkan rumah. Jangan meninggalkan kunci rumah cadangan di bawah pot atau keset.
  5. Matikan/off kan semua listrik yag tidak digunakan untuk menghindari hubungan arus pendek/konsleting yang dapat mengakibatkan kebakaran.
  6. Bila perlu titipkan rumah pada orang yang dipercaya, tetangga atau satpam perumahan. Mintalah mereka untuk mengecek keadaan rumah sesekali.
  7. Bila perlu pasang alarm security di rumah / atau pasang kamera pantau/ CCTV di beberapa titik di rumah, seperti halaman rumah, ruang tamu, bagian belakang rumah.
  8. Kalau ada hewan piaraan seperti: burung, kucing, kera, ikan dalam aquarium dan lain lain. Jangan lupa untuk makan dan minumnya
  9. Jangan lupa kompor gas, regulator harus dilepas dari tabung sehingga kemungkinan bocor dan berakibat terjadinya kebakaran, ledakan dapat dihindari.
  10. Mobil, bila mobil ditinggal dalam garasi pastikan semua pintu sudah di tutup dan terkunci. Tutupbodymobil dengan covernya. Ada baiknya dilepas kabel akinya, namun bila arus ini berkolerasi dengan sistem komputer di sistem mobil sebaiknya konsultasi ke bengkel lebih dulu, karena dikawatirkan ada program di dalamnya yang akanuninstall/hilang.

Demikian, tulisan singkat tentang K3 Lebaran, harapan penulisan mudah-mudahan ada manfa’atnya. والله عالم

Kolom Terkait

Kolom Terpopuler