Pengelolaan Zakat Produktif dan Implikasinya terhadap Pengentasan Kemiskinan
PENGELOLAAN ZAKAT PRODUKTIF DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN
Kemiskinan masih menjadi persoalan multidimensional yang belum teratasi, indeks pembangunan manusia di Kota Cirebon yang tinggi pada tahun 2025 di angka 78,99 belum berbanding lurus dengan optimalnya penghimpunan dan pendayagunaan pengelolaan zakat produktif maupun dengan penurunan kemiskinan secara signifikan. Permasalahan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kapasitas sosial ekonomi masyarakat, potensi zakat, dan kinerja tata kelola zakat. BAZNAS Kota Cirebon yang telah mengembangkan berbagai program zakat produktif dan mengalami peningkatan penghimpunan zakat, tetapi dampaknya terhadap penurunan kemiskinan dan transformasi mustahik menuju kemandirian ekonomi belum terukur secara komprehensif.
Demikian presentasi yang disampaikan oleh Syaefullah, mahasiswa Program Doktor Ilmu Syari’ah, saat ujian promosi doktor. Sidang ini dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2026 bertempat di Ruang Techoclass Lantai 1 Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga. Tim Penguji terdiri dari: Prof. Dr. Kamsi, M.A (Ketua), Dr. Kholid Zulfa, M.Si (Sekretaris), Prof. Dr. Ali Sodiqin, M.Ag (Promotor), Dr. Abdul Mujib, M.Ag (Co Promotor), Dr. Saifuddin, M.SI (Penguji), Prof. Dr. Ahmad Yani Anshori, M.Ag (Penguji), Dr. Zusiana Elly Traintini, M.SI (Penguji), dan Dr. Agus Triyanta, S.H, M.H (Penguji Eksternal dari Universitas Islam Indonesia). Promovendus mempertahankan disertasinya yang berjudul: Pengelolaan Zakat Produktif dan Implikasinya terhadap Pengentasan Kemiskinan (Studi Kasus di BAZNAS Kota Cirebon)
Fokus kajian Promovendus adalah menganalisis model pengelolaan zakat yang diterapkan oleh BAZNAS Kota Cirebon, mengevaluasi strategi dan capaian pengelolaan zakat produktif dalam mendukung pengentasan kemiskinan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan belum optimalnya dampak zakat produktif terhadap pengentasan kemiskinan. Teori yang digunakan sebagai alat analisis adalah teori good governance, Sustainable Development Goals (SDGs), serta teori sistem hukum Lawrence M. Friedman.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pengelolaan zakat di BAZNAS Kota Cirebon telah mengikuti mekanisme formal yang meliputi penghimpunan melalui kanal konvensional dan digital, pendistribusian berbasis program prioritas, serta pendayagunaan dalam bentuk zakat konsumtif dan produktif. Secara kelembagaan, struktur organisasi dan pembagian bidang kerja telah berjalan sesuai regulasi, namun integrasi data, monitoring dampak, dan digitalisasi perlu adanya penguatan yang berkelanjutan. Belum optimalnya dampak zakat produktif dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu keterbatasan pendampingan usaha yang berkelanjutan, minimnya evaluasi berbasis indikator kemiskinan multidimensional, keterbatasan jumlah sumber daya manusia, serta belum terintegrasinya program zakat dengan kebijakan pengentasan kemiskinan pemerintah daerah.
Selain itu, tata kelola yang belum sepenuhnya memenuhi prinsip good governance mempengaruhi capaian program. Disertasi ini menyimpulkan bahwa zakat produktif memiliki potensi strategis sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, namun optimalisasinya memerlukan penguatan tata kelola berbasis dampak, integrasi kebijakan, serta model pendampingan yang lebih transformatif dan berkelanjutan. Reformulasi kebaruan desain program berbasis evaluasi dampak Impact Oriented Zakat Governance dan sinergi lintas sektor menjadi prasyarat untuk menjadikan zakat sebagai instrumen pembangunan sosial yang efektif dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dalam membantu mengentaskan kemiskinan.
Berdasarkan sidang Tim Penguji, Promovendus dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Promovendus merupakan doktor ke 37 dari Program Doktor Ilmu Syari’ah.
Selamat dan sukses Dr. Syaefullah, M.H